WMI Solok, SUMBAR Siaga Covid-19

Firdaus Syam (baju putih kacamata) Ketua WMI Kota Solok SUMBAR, dalam acara apel malam siaga covid-19 (kamis, 19/03/20)

Wahana Muda Indonesia Baru (WMI) Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) menginisiasi gerakan siaga virus corona 2019 (covid-19), WMI Sumbar mengambil kota Solok sebagai simulasi penanganan darurat bencan covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Firdaus Syam selaku ketua WMI Solok, Sumbar, mengingat Ketua Umum WMI Pusat sedang berada di Solok. Gerakan siaga covid-19 bersinergi dengan organ pemerintah dan lembaga sosial kemanusiaan yang berada di kota Solok. (20/03/20).

Gelar Relawan Siaga Covid-19 Kota Solok Sumatera barat, sebelum melakukan kegiatan penanaganan penyebaran covid-19. (20/03/20)

Gerakan Siaga Covid-19 sesuai dengan arahan Ketum WMI bung Handriansyah “bahwa seluruh potensi relawan WMI harus terlibat menghadapi penyebaran covid-19, fase emergency atau tangap darurat ini sangat krusial bagaimana kita meresponya, pihak BNPB telah menyatakan bahwa kondisi darurat diperpanjang hingga bulan mei 2020”. Kami pengurus di tingkat kota yang jauh dari Jakarta peru merespon kejadian luar biasa (KLB) ini, secara kelembagaan kita sudah mengadakan rapat untuk memahami instrumen dan protokol terkait penangan penyebaran covid-19.

Walikota Solok memimpin langsung secara simbolis penyemprotan kantor walikota solok, sebagai upaya siaga covid-19.

WMI Kota Solok juga melakukan upaya komunikasi dan silaturahim dengan para stakeholder untuk menyamakan persepsi terkait penyebaran wabah covid-19 dan bagaimana proses penanganannya, ungkap Firdaus. Sesuai apel siaga dari pemerintah daerah terkait penangaanan covid-19 kami senantiasa berpedoman pada protokol dari Departemen Kesehatan untuk menanagani penyebaran covid-19 khususnya di Kota Solok, Sumbar ini.

Jajaran Walikota Solok dalam kesiagaan menghadapi covid-19.

Dengan merujuk pedoman dari DEPKES kami melengkai peralatan dan keperluan untuk melakukan aksi siaga covid-19. Program sterilisasi atau penyemprotan disinfektan lebih di fokuskan pada sarana publik dan tempat ibadah yang potensi terjadi kerumunan masa. WMI Solok juga melakukan sosialisasi atau edukasi melalui media sosila terkait covid-19 dengan menyebarkan berbagai flyer agar warga memahami bagaimana menghadapi dan mencegah penyebaran virus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *