WMI: 32 Unit Rumah Hunian Semetara Sudah Berdiri, dan Akan Terus Bertambah.

Hampir dua bulan lamanya kisah pilu gempa, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu dan sekitarnya berlalu. Semenjak ditetapkan berakhirnya masa tanggap darurat oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pada 11 Oktober 2018, warga pun mulai berangsur bangkit dengan kondisi yang ada.

Yang menjadi salah satu persoalan warga saat ini adalah mereka mulai bosan tinggal dipengungsian, mereka ingin memulai kehidupan baru walaupun dengan tempat tinggal seadanya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa Wahana Muda Indonesia (WMI) melalui program Rumah Hunian Sementara (RHS), ingin mewujudkan secara kongrit agar warga yang selamat dapat memulai dan menata kehidupan baru kembali.

Relawan WMI sedang menyelesaikan pembuatan Rumah Hunian Sementara milik warga.

WMI mencanangkan program 500 Rumah Hunian Sementara untuk warga Palu, Sigi dan Donggala. Progres di lapangan yang saat ini telah dilakukan alhamdulillah telah membuat 32 unit RHS.

Dari 32 unit yang telah dibuat, meliputi 28 RHS di Desa Lande Tova, Kec. Sirenja Kab. Donggala, 4 RHS di Desa Salua, Kec. Kulawi, Kab. Sigi, Dan 2 RHS di Desa omu, Kec. Kulawi Kab. Sigi. Selanjutkan akan terus bertambah sesuai dengan program di awal.

Adapun bahan material utama untuk pembuatan RHS, seperti Triplek didatangkan dari Kota Palu, sedangkan Papan diperoleh dari pemotongan lokal daerah setempat.

Sejauh ini tanggapan warga sangat antusias karna mereka bisa kembali memiliki rumah hunian meskipun hanya sementara, disamping juga bersemangat ikut membangun dengan memanfaatkan dari sisa-sisa bangungan yang masih bisa di pergunakan.

Adapun pemetaan pembangunan RHS ini, WMI memprioritaskan warga seperti janda, ibu hamil, dan warga kurang mampu.

Selain kendala cuaca di musim hujan, jauhnya untuk membeli bahan baku dan mobilisasi daerah terisolir juga menjadi faktor penghambat, dikarenakan banyak infrastruktur jalan yang rusak akibat gempa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *