Sumpah Pemuda Era 4.0

Sambutan Sekjen WMI Nur S Azhari, selaku Ketua Panitia Pelaksana peringatan 92 tahun sumpah pemuda dan bedah buku dengan format on line dan off line berkolaborasi dengan civil society organization (28/20)

Jakarta, wahanamudaindonesia.org – Peringatan 92 Tahun Sumpah Pemuda (1928-2020) Wahana Muda Indonesia Baru (WMI) mengambil tema “Saatnya Kaum Muda Kuasai platform Industri 4.0”. Era satelit dimana ruang tanpa batas dan era digital platform 4.0 sebuah keniscayaan bangkit dan bersatu Indonesia. Gerakan Pemuda selalu diluar kebiasaan atau pakem yang ada. Ruang digital menjadi area publik dengan masifnya sosial media, hal ini menjadi arena dan sirkulasi berbagai informasi dan transaksi. Imajinasi dan realitas menjadi semakin dekat difasilitasi berbagai dimensi akibat semakin berkembangnya teknologi, dinamika kehidupan menjadi on line dan off line.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) WMI selaku ketua pelaksana Peringatan 92 tahun sumpah pemuda dengan acara diskusi Buku “Potret Pemilu dan PILKADA di Indonesia” Kumpulan Atrikel dan Buku “Catatan Inspiratif Pemuda Jejak Pegiat Pendidikan dan Pemilu” dilakukan dengan format on line dan off line. Kolaborasi kegiatan bersama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Rayon Universitas Terbuka. Wahana Muda Indonesia (WMI) dan Generasi Pemuda Pemudi Anti Narkotika (GAPPANA) sangat mensuport desain kegiatan berformat off line dan virtual di Kantor KAHMI JAYA Rawamangun (28/20).

Kegiatan tersebut sebagai ikhtiar dengan tetap memakai protokol kesehatan dan PSBB, hadir secara off line Penulis buku Zulpikar, SE. MM, M.IP, Dosen di UMB dan Panwaslu Kabupaten Tangerang, Puadi mantan anggota Bawaslu DKI JAKARTA, dan Dr. Robi Nurhadi. Secara virtual Luli Barlini dari Bawaslu Kota Depok dan Fitriadi dari KPUD Kabupaten Bogor, dengan peserta dari berbagai kota di Indonesia. Bedah buku karya Zulfikar ini sangat penting, karena di bulan desember atau penghujung tahun 2020 ada perhelatan Pemilihan kepala daerah (PILKADA) serentak di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota ditengah ancaman kematian akibat cluster baru covid-19. Challenge pilkada langsung tidak hanya pesta perebutan kekuasaan ditengah ancaman cluster baru, melaikan proses kelahiran pemimpin yang berhasil membuat kebijakan genuine dalam membangun bangsa yang lebih baik.

.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *