Road Show Kemanusiaan WMI dan CHA untuk Pengungsi Rohingnya

Wahana Muda Indonesia (WMI) selama bulan desember kedatangan tamu NGO dari Banglades terkait isue kemanusiaan pengusi rohingya

Jakarta (05/19) – Wahana Muda Indonesia (WMI) selama bulan desember kedatangan tamu NGO dari Banglades terkait isue kemanusiaan pengusi rohingya. Cooperation For Humanitarian Activities (CHA) sebuah NGO yang melakukan pendampingan bagi pengungsi Rohingnya di Banglades, untuk melakukan fundrising di Jabodetabek. Budi Setiawan sebagai Ketua Bidang Antar Lembaga WMI menjelaskan “momentum peringatan hari relawan dunia (5 Desember), WMI road show menemani saudara dari Bangladesh yang membantu para pengungsi Rohingnya untuk mencari pendanaan bagi program mereka”. (05/19)

Sunding dengan pimpinan AQL ustad Bahtiar Nasir yang sangat konsen dengan isue umat Muslim di berbagai belahaan dunia internasional

Budi Setiawan menambahkan road show ini terinspirasi dari tag line WMI yakni “We Do For Humanity” , bahasa kemanusiaan menjadi universal menghilangkan skat etnis dan negara. Kami membantu sahabat dari Bangladesh memperkenalkan program mereka untuk publik ekpose di media masa dan ke beberapa donatur dan lembaga kemanusiaan di Indonesia.

WMI juga memfasilitasi Salimullah selaku Direktur CHA untuk wawancara dengan beberapa media publik seperti radio Dakta FM

Kita bersilaturahmi dengan ACT yang tertarik dengan program CHA terkait penanganan pengungsi Rohingya di banglades. WMI juga memfasilitasi Salimullah selaku Direktur CHA untuk wawancara dengan beberapa media publik seperti radio Dakta FM. Sunding dengan pimpinan AQL ustad Bahtiar Nasir yang sangat konsen dengan isue muslim internasional, serta sharing dengan jamaah masjid Darusalam kota wisata cibubur, ungkap Budi.

“Tak akan habis amal bila berbagi kesempatan, jannah tak menjadi sempit karena berbagi kerja dalam amal-amal sholeh. Insya Allah menjadi salah satu program 2020 WMI Care membangun fasilitas pendidikan dan masjid bagi pengungsi Rohingnya. Tenang semua kebagian kesempatan karena jutaan pengungsi masih ada disana”, pungkas Budi Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *