Relawan Kemanusiaan WMI dalam Catatan Seorang Pemuda Desa Salleto SULBAR

Relawan Kemanusan WMI bersama Pemuda Desa Salletto Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju Salah satu korban Gempa Mengakibatkan Rumahnya Rata dengan Tanah

Mamuju, wahanamudaindonesia.org – Catatan Ramli seorang pemuda korban gempa bumi di Sulawesi Barat terkait kehadiran para relawan Wahana Muda Indonesia (WMI). Ramli tergugah rasa kepedulian dan kehadrian relawan kemanusiaan WMI yang datang mesikupun dari daerah yang jauh di Indonesia. Berikut ini adalah catatan atau tulisan Ramli sorang pemuda yang tinggal di Desa Salleto Kecamatang Simboro, Mamuju Sulawesi Barat mengenai peristiwa gempa bumi 6,2 Magnitudo.

Jum’at 15 Januari 2021 Kab. Mamuju-Majene di gerogoti luka akibat gempa 6,2 SR yang menyebabkan kurang lebih 94 jiwa yang Meninggal dan ribuan rumah warga hancur akibat gempa.

Dapur Kemanusiaan Untuk Umum warga penyintas gempa 6,2 yang di inisiasi Relawan WMI bersawa warga setempat (19/01/2021)

Di tengah-tengah lukanya masyarakat, Relawan Kemanuasiaan dari hampir seluruh wilayah Indonesia salah satunya Wahana Muda Indonesia (WMI) telah hadir di Mamuju membawa kebahagiaan dan membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali memulai kehiduapan sebagai mana keseharian sebelum gempa.

WAHANA MUDA INDONESIA yang mengirim Personilnya kurang lebih 100 orang sebagai solusi di masyarakat, Mamuju, Simboro, Tapalang dan Tapalang Bbarat

Saya Ramli Pemuda Desa Salletto Kec.Simboro Salah satu korban Gempa Mengakibatkan Rumah saya Rata dengan Tanah
Ucapan terima kasih Banyak kepada Seluruh Relawan yang Telah mengurangi Penderitaan dan kesedihan kami sekeluarga dan kepada Semua Masyarakat Mamuju-Majene.

Semoga Gerakan semua relawan dari hampir seluruh wilayah indonesia bernilai ibadah di sisi Tuhan Allah SWT dan dilipat gandakan semua harta yang di berikan kepada korban gempa yang terjadi di mamuju-majene.

Relawan WMI melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan keluarga korban gempa 6,2

Yang menjadi Keresahan masyarakat di mamuju-Mejene adalah Ketidak Pastian Informasi yang di berikan kepada kami sebagai masyarakat persoalan Kondisi Hari ini dan selanjutnya.

Kami dilema dengan problem Gubernur Mengarahkan untuk kembali kerumah di lain sisi BNPB Masih ragu dalam mengambil keputusan sehingga kami sebagai masyarakat sangat Dilema dengan keadaan ini Belum lagi perhatian pemerintah yang saya anggap Sangat Miris dalam mengambil tanggun jawab di masyarakat setelah terjadi gempa

Bergotong Royong membangun tenda pengungsian agar lebih layak. sambil menunggu program pemulihan pasca gempa.

75 % Masyarakat Simboro Tidur di depan rumah dengan atap tenda kecil dan alas yang tak layak pakai akibat isu Gempa susulan yg juga tidak jelas

90% Masyarakat Tapalang dan Tapalang Barat meninggalkan rumah dan mengungsi di Gunung sebab isu di media sosial akan terjadi gempa susulan dan berpotensi sunami

Apakah pemerintah berpikir dengan keadaan Balita, Lansia dan masyarakat yang luka-Luka akibat gempa di bawa tenda yang tidak layak pakai Belum lagi persolan Makanan yang masyarakat jauh dari jangkauan relawan

Sedikit harapan kepada pemerintah khususnya yang ada di Sulawesi Barat Agar Kemudian Hadir di tengah tengah masyarakat mamuju-majene untuk Menjadi solusi Yang di akibatkan Gempa terutama Rumah warga yang rusak parah dan persolan Makanan pokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *