Pasca Gempa dan Tsunami, WMI Bangun 3 Masjid Permanen di Sulteng

Palu  – Pasca peristiwa Tsunami, Gempa dan Likuifaksi yang mengantam Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, Lembaga Sosial Kemanusiaan Wahana Muda Indonesia (WMI) membangun 3 Masjid di wilayah Kabupaten Sigi dan Donggala.

Dengan menggunakan konsep Masjid Tumbuh, WMI membangun Masjid dengan bangunan permanen menggunakan material kokoh serta disetting agar Masjid dapat tahan dari goyangan gempa.

Ketua Umum WMI, Handriansyah mengatakan, konsep pembangunan Masjid Tumbuh ini belajar dari bencana-bencana sebelumnya, dan metode ini dalam rangka epektifitas kerja serta demi kenyamanan warga korban bencana yang masih mengalami trauma saat berada didalam bangunan Masjid.

” Konsep Masjid Tumbuh, merupakan pola pembangunan secara permanen dan berangsur, dimana WMI Membangun Dasar-dasar utama bangunan Masjid, agar warga dapat cepat beribadah didalam Masjid dengan layak dan nyaman” Kata Handriansyah di Palu, Rabu (18/9).

Handriansyah, Ketua Umum WMI saat meninjau progres pembangunan Masjid Al Haq di Dusun II Saluki, Desa Omu, Kec. Gumbasa, Kabupate Sigi Sulawesi Tengah

Handriansyah menerangkan, Masjid tumbuh disetting agar nantinya pada masa mendatang warga setempat dapat mengangsur finishing pembangunan Masjid disaat keadaan dan ekonomi warga sudah kembali stabil.

“Jadi WMI membuat inti bangunan, seperti Pondasi dengan cakar ayamnya, Tiang-tiang, Atap serta Mihrab dengan 2 Ruangan untuk Kantor Masjid dan Kamar Takmir di kiri-kanan Mihrab dan kemudian lantai yang dicor” terang Handriansyah.

Tiga Masjid yang telah dibangun WMI 2 diantaranya berada di Kabupaten Sigi Yakni Masjid Al Hidayah di Dusun II Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Serta Masjid Al Haq di Dusun Saluki, Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, Kab. Sigi.

Masjid Al Hidayah di Dusun II Salua, Kec. Kulawi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Sementara 1 masjid Lagi yakni Masjid Nurul Huda di Dusun Labuana, Desa Lende Tovea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

Saat ini WMI sedang berusaha untuk melakukan penyelesaian pembangunan di Masjid Nurul Huda, karena 3 diantara Masjid yang di Bangun, Masjid Nurul Huda merupakan Masjid yang agak lama penyelesaiannya.

“Ada beberapa faktor yang membuat penyelesaian Masjid Nurul Huda agak lama selesai, diantaranya Jarak yang lumayan jauh dari Kota Palu, serta akses jalan menuju dusun Labuana yg terkadang sering mengalami Longsor” Ungkap Handriansyah.

Perkembangan terkini pembangunan Masjid Nurul Huda di Dusun Labuana, Desa lende Tovea, Kec.SIrenja, Donggala, Sulawesi tengah

Dikatakan Handriansyah, selain persoalan jarak dan akses, saat ini WMI juga tengah menghimpun kembali donasi untuk penyelesaian pembangunan Masjid Nurul Huda dan berharap agar kaum Muslimin dan para pihak yang peduli dapat membantu melalui Donasi.

“Guna finishing pembangunan Diperkirakan menelan biaya 200 hingga 250 Juta Rupiah lagi, kebutuhan yg sangat inti tinggal pada pembuatan ring balo, Atap Masjid, Mihrab dan 2 Kamar Takmir” urai Handriansyah.

Bagi para pihak yang ingin membantu penyelesaian pembangunan Masjid yang dikerjakan WMI ini dapat mengirimkan donasinya melalui Rekening:

1. MANDIRI: 123 000 736 0276
2. BCA : 6790310525

A.n Yayasan Wahana Muda Indonesia Baru. [WMI]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *