DIKLAT SAR UNTUK RELAWAN WMI

Program DIKLATSAR WMI dilaksanakan dari tanggal 28 November sampai 3 Desember 2019, materi yang di berilkan oleh para instruktur WMI yang berpengalaman terjun di berbagai medan bencana (01/12/19).

Cimanggu, Pandeglang Banten (02/19)

Wahana Muda Indonesia mengadakan Pedidikan dan Pelatihan (DIKLAT) SAR tingkat dasar untuk para relawan yang akan diterjunkan kewilayah bencana. DIKLATSAR dilaksanakan Training Center yang berlokasi di Kampung Cisiih Desa Tangkil Sari Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandegalng. M. Zainul Muttaqin selaku Direktur WMI Care menyampaikan “lokasi pelatihan ini memiliki sejarah yang panjang sejak penanganan penyitas stunami yang melanda selat sunda, dulu lokasi ini merupakan shelter bagi warga penyitas tsunami, setelah satu tahun pasca recovery kita ubah fungsinya sebagai Pusat Pelatihan” ujarnya (01/19).

Simulasi Vertical Rescue, materi rapling di kawasan taman nasional ujung kulon (29/11/19)

Program DIKLATSAR WMI dilaksanakan dari tanggal 28 November sampai 3 Desember 2019, materi yang di berilkan oleh para instruktur WMI yang berpengalaman terjun di berbagai medan bencana. Instrukur menekankan asfek terkait keWMI an dan teknik dasar Pencarian dan Penyeleamatan, seperti navigasi darat, penguasaan peta, penguasaan survival, evakuasi, penguasaan tali simpul, kemampuan junggle rescue, water rescue, dan manajemen penanganan bencana.

Simulasi Evakuasi Korban Bencana menggunakan alat sederhana DIKLATSAR WMI (1/12/19)

Sugianto selaku ketua panita pelaksana menjelaskan Pola DIKLATSAR menggunakan sistem kelas di WMI Training Center dan di ruang terbuka kawasan Taman Nasional hutan konservasi ujung kulon seksi III sumur. Kondisi lingkungan dekat lokasi Traning Center sangat mendukung untuk kegiatan SAR terdapat matra laut dan matra hutan. Peserta yang mengikuti DIKLATSAR berasal dari wilayah Jabodetabek rata-rata relawan dan pegiat alam.

Handriansyah Ketua Umum WMI mengharapkan pelatihan ini membentuk mentalitas atau karakter peserta yang kuat, selain memiliki kemampuan teknis serta kemampuan team ketika menghadapi situasi bencana. Secara kelembagaan memang ada BASARNAS, namun masih kekurangan Sumber Daya Manusia, makanya keberadaan WMI secara kelembagaan menjadi potensi SAR yang dapat bersinergis dengan BASARNAS.

Peserta DIKLATSAR WMI sampai di Sekretariat WMI setelah menempuh perjalanan dengan cara estafet (03/12/19)

Penutupan acara di lakukan disekretariat WMI Jalan Kemajuan Pesanggrhan Selatan peserta dilepas dari lokasi training center. Sejak tanggal 1 desember 2019 peserta melakukan assesment di beberapa lokasi desa yang terdampak tsunami satu tahun lalu, lalu kembali ke jakarta untuk menyerahkan tugas hasil asessement mereka ke pengurus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *