Banjir Bandang Cibeber Lebak-Banten “4 Desa Masih Terisolir, Kerugian Puluhan Milyar”

Kgiatan assessment SAR WMI dengan teknik wawancara bersama pihak aparat Kecamatan Cibeber pak Jufri ( sekcam ) dan Suwendi (Kasat Pol PP).

Cibeber, Lebak – Banten (9/12/19)

Kerugian akibat bencana banjir bandang di kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak-Banten ditaksir mencapai puluhan milyar. Hal ini dilaporkan oleh Team Leader SAR WMI yang sedang melakukan misi kemanusiaan di Kecamatan Cibeber, Lebak. Sugianto atau akrab dipanggil bang “Capung” melaporkan hasil assessment SAR WMI dengan pihak pak Jufri ( sekcam ) dan Suwendi (Kasat Pol PP).

Jufri Sekretaris Kecamatan Cibeber menjelaskan, “Banjir bandang ini terjadi akibat meluapnya dua sungai yang berada di Citorek yaitu Sungai Cisantayan dan Sungai Cimandur”. Luapan debit air berlangsung selama tiga jam, hanya empat desa dari 22 desa di Kecamatan Cibeber, ungkap Jufri. (9/12)

Sekcam Cibeber memaparkan “empat desa yang terdampak langsung banjir bandang adalah Citorek Kidul, Situmuya, Kujang Sari dan Cisungsang. Kondisi empat desa tersebut masih terisolir karena infrastruktur jembatan menghubungkan desa banyak terputus, akibat banjir bandang”. (9/12)

Warga berinisiatif membuat jembatan darurat untuk sarana transportasi sementara agar bisa dilalui warga beraktivitas seperti anak-anak sekolah dan lain-lain.

Kondisi 4 Desa yang Terisolir

Desa Citorek Kidul ketika banjir melanda ketinggian air 1 meter atau setinggi paha orang dewasa. Saat ini terisolir karna akses jalan terputus oleh longsor dan tidak bisa dilalui oleh transportasi mobil, motorpun belom sepenuhnya bisa melalui jalan tersebut.

Desa Situmulya kondisinya masih terisolir karna jembatan dari desa Cisungsang menuju desa Situmulya terputus total. Warga berinisiatif membuat jembatan darurat untuk dilalui anak-anak sekolah.

Desa Citorek Kidul pasca banjir saat ini terisolir karna akses jalan terputus oleh longsor dan tidak bisa dilalui oleh transportasi mobil, motorpun belom sepenuhnya bisa melalui jalan tersebut. (9/19)

Semetara itu Desa Kujangsari saat ini masih terisolir karna jembatan dari desa Cisungsang menuju desa Kujangsari terputus total. Warga sudah membuat jembatan darurat untuk dilalui anak-anak sekolah.

Desa Cisungsang belum bisa menyebrang untuk menuju desa Situmulya dan Kujangsari karna jembatannya terputus, hanya mengandalka jembatan darurat yang dibuat warga untuk menuju desa tersebut.

Infrastruktur 6 Jembatan Putus

Banjir bandang di Cibeber tidak menimbulkan korban Meninggal dunia. Terdapat 12 orang luka-luka, akibat terjebak dikawasan kaki Gunung Luhur yg berada di kampung Panggeleseran dan korban dinyatakan selamat. Kerusakan lain yang timbul, 1 Rumah terbawa hanyut yang berada di kampung Panggeleseran. Terdapat 22 Rumah terendam banjir setinggi kurang lebih 1 meter/setinggi paha orang dewasa yg berada di kampung Ciusul.

Team SAR WMI Bersama warga melakukan kegiatan perbaikan jalan darurat pasca banjir bandang

Dampak banjir bandang yang sangat terasa adalah rusak atau terputusnya 6 Jembatan yang menghubungkan antar desa. Pertama jembatan Cikidang yang berlokasi di Desa Kujangsari. Kedua Jembatan Curug Bandung di Desa Sukamulya.

Ketiga Jembatan Taneuh Hideung yang berada di Desa Citorek Kidul. Keempat Jembatan Leuwi Kadu di Desa Kujang Jaya. Kelima Jembatan Cilimus di Desa Citorek Kidul. Dan yang keenam Jembatan yang terancam putus, yaitu hembatan Sungai Cimandur di Desa Warung Banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *