DISKUSI VIRTUAL TBM BEM IKM FK UI & WMI ; “Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana”

Jakarta – Sharing gagasan dan program kemanusiaan terkait mitigasi dan penanggulangan bencana di indonesia menjadi agenda bersama. Hal tersebut dibahas dalam Zoom Meeting Tim Medis FKUI, bagian dari TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan pengurus Wahana Muda Indonesia (WMI) secara virtual. Pasca PPKM kita mewaspadai gelombang susulan Covid 19, selain itu perlu kesiapsiagaan dan edukasi fenomena bencana hidrometerologi kepada masyarakat, menjadi diskusi hangat TBM IKM FK UI dan WMI. (11/21)

Pengurus Pusat WMI, “Kami sangat mengapresiasi adanya sharing dan diskusi terkait aksi kemanusiaan dan kesehatan melalui audiensi virtual. Situasi kesehatan masyakat kita memiliki beberapa permasalahan terkait pandemi Covid-19 hingga berbagai dampak perubahan alam”, ujar Nur Sekjen WMI .

Memasuki bulan September, Badan Meterorologi dan Geofisika memberikan peringatan terkait cuaca basah atau hujan intensitas tinggi di beberapa wilayah. “Kita perlu kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi tekait curah hujan yang intensitasnya tinggi di wilayah Indonesia beberapa bulan kedepan, dikhawatirkan membawa dampak susulan seperti banjir, tanah longsor, serta kerusakan atau bencana lainnya. Semoga silaturahmi ini menjadi saling melengkapi antara para relawan WMI dan para tenaga medis dari TBM BEM IKM FK UI”.

Dalam sambutannya, Rizqi selaku Ketua umum TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menginginkan acara ini menjadi jembatan kampus dan masyarakat. Sehingga terjalin kemitraan atau kerjasama dengan berbagai pihak yang concern dengan persoalan-persoalan sosial, kemanusiaan dan kesehatan tentunya. Kedepannya diharapkan akan ada program bersama antara WMI dengan Tim Medis FKUI ketika ada kejadian bencana serta program lainnya sehingga dapat membawa dampak pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Sambutan Ketua umum TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Pada kesempatan ini Tim TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Ghadis Azalia memaparkan historiografi perjalanan tim reaksi cepat serta latar negara kita yang berada di ring of fire atau cincin api dunia, sehingga memerlukan sinergi dengan berbagai kalangan dalam menghadapinya.

Paparan dari WMI oleh Budi Setiawan, Tim TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Ghadis Azalia, M Rahzi K dan M Daffa. (11/21)

M. Kazani memaparkan bagaimana manajeman bencana yang diterapkan TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta terkait struktur, mekanisme atau prosedur yang diterapkan dalam setiap penanganan bencana. M. Dafa melengkapi bagaimana rekam jejak atau dedikasi dari TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia selama penanggulangan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Bagaimana sinergi antara kampus dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam setiap misi kemanusian bersinergi menanggulangi bencana.

Kesiapsiagaan, Mitigasi dan Respon bencana menjadi topik diskusi yang berlangsung hampir 2 (dua) jam. Kesiapsiaagaan menghadapi gelombang susulan pandemik Covid-19, serta mitigasi bencana hidrometerologi menjadi catatan penting. Relawan dan tim medis harus memiliki protokol baru terkait pandemik karena di beberapa daerah sudah mulai melonggarkan aktivitas. Hal ini perlu masukan dan rumusan dari TBM BEM IKM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sehingga ada upaya preventif dan edukasi sehingga publik tidak lengah menghadapi gelombang susulan pandemik Covid-19 tersebut.

Terima kasih banyak kepada sahabat WMI dari TBM FK UI sudah sharing ilmu dan gagasannya dalam forum diskusi virtual. Semoga kedepannya TBM FKUI dan WMI dapat menjalin tali silaturahmi dan merancang program-program kemanusiaan bersama yang dapat memberikan dampak dan mafaat bagi masyarakat.

Post Comment

Your email address will not be published.